SISWASKEUDES sebagai alat Pengawasan Desa

SISWASKEUDES sebagai alat Pengawasan Desa

Dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Pemerintah Desa saat ini menjadi poros terdepan dalam pelaksanaan pembangunan di Desa. Pemerintah dari tahun ketahun terus meningkatkan perhatian ke Desa melalui penyaluran Dana Desa yang semakin meningkat. Diharapkan dengan adanya Dana Desa, maka pembangunan dan perkembangan diberbagai sektor seperti ekonomi, kesehatan pendidikan dan pengentasan kemiskinan dapat segera tercapai.

Dalam rangka mendorong pencapaian tujuan tersebut, perlu adanya pengawasan yang memadai dan terencana dengan baik sehingga pemerintah daerah bisa memastikan Dana Desa yang disalurkan tepat sasaran, tepat mutu, tepat jumlah dan tepat guna. Guna hal tersebut Inspektorat Daerah Kabupaten Karanganyar sebagai APIP di Kabupaten Karanganyar mengambil peran dalam proses pengawasan desa.

Dengan semakin meningkatnya jumlah dana desa yang dikucurkan serta berkembangannya dinamikan permasalah di Desa, maka pengawasan di Desa tidak cukup dilakukan secara konvensional. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah dengan menggunakan aplikasi Sistem Pengawasan Keuangan Desa (SISWASKEUDES) yang bekerjasama dengan BPKP. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu auditor dalam mendapatkan informasi awal dan dapat menyusun program kerja audit di desa berdasarkan resiko yang ada.

Dalam rangka meningkatkan pemahaman auditor Inspektorat Daerah Kabupaten Karanganyar, maka pada tanggal 29 November 2020 dilaksanakan acara sosialisasi dan implementasi SISWASKEUDES bagi APIP yang dilaksanakan di Jawa Dwipa Karangpandan. Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Karanganyar Drs. H Juliyatmono, MM. Acara ini dihadiri oleh Pejabat Struktural dan fungsional di lingkungan Inspektorat Daerah Kabupaten Karanganyar serta perwakilan dari Dispermasdes. Sebagai narasumber hadir dari BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Tengah.

Dalam sambutannya Bupati Karanganyar menyampaikan bahwa acara ini merupakan momentum bagi APIP untuk dapat memerankan fungsinya sebagai mata dan telinga Bupati. Dengan adanya acara ini diharapkan auditor dapat memberikan rekomendasi yang memadai bagi desa agar menggunakan dana desa secara taat aturan.

Dalam kesempatan ini dipaparkan bahwa seluruh Desa di Kabupaten Karanganyar dalam pengelolaan keuangan desa telah menggunakan aplikasi siskeudes. Namun aplikasi ini belum secara online sehingga untuk kompilasi data laporan keuangan dari desa, masih dilakukan secara manual. Diharapkan kedepan aplikasi siskeudes dan siswaskeudes di Kabupaten Karanganyar telah berbasis online sehingga perkembangannya dapat dipantau secara rieltime.